KEDIRI – Semangat persatuan antarorganisasi masyarakat Islam terlihat dalam Rapat Kerja (Raker) pertama Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kabupaten Kediri. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, Minggu (9/8) pagi, mempertemukan sejumlah tokoh dan perwakilan ormas Islam dalam satu forum.
Perwakilan PCNU, Muhammadiyah, LDII, Al-Irsyad, serta sejumlah elemen lainnya hadir bersama untuk membahas arah dan program kerja FKMT. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi antar-majelis taklim yang berasal dari latar belakang organisasi berbeda.
Raker perdana itu mengusung tema “Adaptif dalam Tantangan, Transformatif dalam Gerakan, Bersinergi untuk Kemajuan Umat.” Forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi awal dari gerakan bersama yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
FKMT Kabupaten Kediri juga disebut sebagai forum komunikasi majelis taklim lintas ormas Islam pertama dan satu-satunya yang secara resmi terbentuk di Jawa Timur. Kehadiran forum ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai potensi keumatan dalam satu semangat kolaborasi.
Gagasan pembentukan FKMT yang diinisiasi Kepala Kankemenag Kabupaten Kediri, Ahmad Faiz, mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr Mohamad Solikin M.AP, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai FKMT memiliki potensi besar untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Pemkab Kediri berharap forum tersebut dapat membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah. Selain menjalankan kegiatan dakwah, FKMT diharapkan turut mengambil peran dalam menjaga nilai-nilai sosial serta menjadi bagian dari jejaring pengaman sosial masyarakat.
Dukungan terhadap pembentukan FKMT juga disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Kediri, KH Muhammad Makmun atau Gus Makmun. Menurutnya, keberadaan forum tersebut menjadi wadah resmi bagi komunikasi lintas ormas yang sebelumnya telah terjalin melalui berbagai pertemuan informal.
Namun, Gus Makmun mengingatkan agar FKMT mampu menjaga sejumlah prinsip dalam menjalankan aktivitasnya. Setidaknya terdapat tiga hal yang dinilai penting, yakni mempertahankan hubungan harmonis antarormas Islam, memastikan kegiatan tetap berada dalam koridor ajaran masing-masing, serta melindungi anggota majelis taklim dari berbagai persoalan yang dapat merugikan.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang perlu diantisipasi, mulai dari masalah pengelolaan keuangan hingga tindakan pelecehan dan kekerasan. Menurutnya, apabila hal tersebut dapat dijaga dengan baik, keberadaan FKMT berpotensi memberikan manfaat yang luas.
Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Wahyudi Latief turut memberikan apresiasi. Ia menilai pembentukan forum lintas ormas tersebut dapat menjadi salah satu modal penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kediri.
Menurutnya, FKMT dapat menjadi ruang untuk menyatukan visi berbagai organisasi Islam sekaligus memperkuat suasana kondusif di tengah masyarakat. Ia juga berharap berbagai program yang dirancang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan dampak positif.
Pihak kepolisian, kata dia, terbuka untuk membangun sinergi dengan FKMT dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Ketua Umum FKMT Kabupaten Kediri, Gus Riza Sahlan Siroj, mengungkapkan bahwa terbentuknya forum tersebut merupakan hasil dari serangkaian komunikasi, diskusi, dan kunjungan kerja yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.
Dari proses tersebut, muncul kesadaran bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan. Sebaliknya, perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan apabila diarahkan dalam kerja sama yang positif.
Gus Riza menekankan bahwa seluruh elemen yang tergabung dalam FKMT mempunyai kesamaan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Karena itu, keberagaman organisasi diharapkan dapat menjadi modal untuk membangun sinergi dalam berbagai bidang.
Ia juga mengapresiasi kehadiran sejumlah tokoh dalam raker perdana tersebut. Kehadiran Kapolres Kediri, Ketua PCNU, Kepala Kemenag, Ketua LDII Kabupaten Kediri, serta tokoh lainnya diharapkan dapat memberikan dorongan bagi FKMT untuk menyusun program kerja yang lebih inovatif dan progresif.
Ke depan, FKMT Kabupaten Kediri diharapkan tidak hanya berfokus pada aktivitas dakwah secara konvensional. Forum tersebut juga ditargetkan mampu melahirkan berbagai program yang menyentuh persoalan sosial dan keagamaan secara langsung.
Semangat adaptif, transformatif, dan sinergis yang menjadi tema raker diharapkan dapat diwujudkan dalam program konkret. Dengan demikian, FKMT bukan sekadar menjadi forum komunikasi lintas organisasi, tetapi juga dapat hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Kediri.
(Red/hep)
0 Comments